Monday, 18 March 2019

Apa itu Leverage??

Leverage adalah penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi imbal hasil (return) dari sebuah investasi. Leverage dalam forex biasanya ditampilkan dalam bentuk proporsi tertentu, misalnya 1:50, 1:100, 1:200, dan seterusnya. Proporsi ini menyiratkan seberapa besar modal (jaminan) yang dibutuhkan untuk mendapatkan dana pinjaman tertentu dalam bertrading.

                                                        Apa itu Leverage
Sebagai contoh, misalnya apabila leverage 1:100, maka trader hanya perlu menyediakan dana sebesar 1 dolar untuk bisa bertrading senilai 100 dolar. Jika trader ternyata punya dana 50 dolar, berarti ia bisa bertrading senilai 5000 dolar.

Dari mana didapat selisih antara 100 dengan 1 atau antara 5000 dengan 1 tadi? Besaran itu dapat dianggap sebagai dana pinjaman dari broker bagi para trader. Namun, pinjaman ini tidak dikenakan bunga seperti layaknya pinjaman bank dan tidak bisa ditarik, melainkan hanya digunakan untuk bertrading saja. Pinjaman juga hanya bisa diperoleh setelah trader menyetorkan sejumlah dana sebagai modal awal trading.

Untuk Mengenal lebih jauh tentang Apa itu Leverage dalam forex, berikut ulasan nya.

Hubungan Leverage Dalam Forex Dan Modal Trading
Semakin besar proporsi leverage, maka makin kecil syarat modal yang perlu disetorkan trader ke akun tradingnya di broker forex. Berikut tabel contoh yang menggambarkan bagaimana leverage bisa meringankan syarat modal minimal bagi trader forex:

Apa itu Leverage ?
Dengan adanya leverage, lebih banyak trader bisa ikut bermain di pasar forex, bukan hanya mereka yang memiliki simpanan dana besar. Karena secara tidak langsung, leverage adalah salah satu faktor yang dapat memperkecil persyaratan modal yang harus sudah dimiliki untuk ikut bermain forex, sekaligus memperbesar kemampuan dana yang telah dimiliki untuk digunakan bertrading. Dengan demikian, leverage adalah salah satu hal dasar yang penting diketahui dalam belajar forex.

Risiko Leverage Dalam Forex
Seiring makin besarnya dana yang bisa ditradingkan, maka diharapkan makin besar pula potensi profit yang bisa didapat trader. Akan tetapi, dalam dunia investasi keuangan berlaku “high return, high risk”, atau “makin besar (peluang) return, makin besar (pula) risiko-nya”, termasuk dalam penggunaan leverage. Trading dengan dana yang sudah di-leverage bisa mengaburkan perhitungan loss dan profit kita. Pasalnya, saat kita selesai bertrading, maka dana leverage itu akan ditarik pula secara proporsional dengan perhitungan profit dan loss-nya. Jika kita tidak memahami ini, maka bisa-bisa kaget dan bertanya-tanya saat menghadapi jumlah profit yang lebih rendah atau loss yang lebih tinggi dari perkiraan.

Dengan kata lain, meskipun leverage merupakan suatu fitur yang menguntungkan bagi trader, tetapi ada risikonya. Yaitu, kerugian yang dialami saat trading menggunakan leverage bisa jadi lebih besar dibanding apa yang bisa ditanggung trader.

Leverage dan Margin
Leverage dalam forex juga berhubungan erat dengan konsep “margin”. Apa itu margin? Margin adalah jumlah uang yang perlu ada dalam rekening kita di broker sebagai jaminan agar kita bisa bertrading dengan dana yang di-leverage. Dalam contoh leverage 1:100 misalnya, kita butuh “margin” 1 dolar agar bisa bertrading senilai 100 dolar. Jika uang 1 dolar itu kita tarik atau habis karena suatu alasan, maka kita tidak bisa bertrading lagi.

Berbeda dengan leverage yang ditulis dalam bentuk perbandingan, margin biasanya ditulis dalam bentuk persentase, misalnya 0.5%, 1%, 2%, dan seterusnya. Jika leverage maksimal adalah 1:100, maka itu berarti margin yang dipersyaratkan broker adalah 1%. Demikian seterusnya.

Itulah penjelasan apa itu leverage? Leverage dan margin bukan hanya ada dalam forex, melainkan juga ada di pasar saham, pasar futures, dan lain sebagainya. Namun, leverage di pasar selain forex biasanya sangat kecil, hanya berkisar antara 1:2 hingga 1:20. Hanya leverage di pasar forex saja yang bisa mencapai 1:100 atau bahkan 1:1000.
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Tips-Tips Memilih Leverage Akaun

Saat kita mengisi formulir untuk membuka akun trading forex di broker manapun, pasti akan bertemu opsi leverage atau pertanyaan soal berapa leverage yang ingin digunakan. Dalam hal ini, sebelum memilih leverage, pertama-tama kita harus memahami dulu fungsi leverage dan bagaimana dampaknya bagi kita. Berikut penjelasan singkat beserta beberapa tips memilih leverage.
Tips Memilih Leverage
Fungsi Leverage
Esensi leverage adalah penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi keuntungan dari sebuah investasi. Semakin besar leverage, maka makin rendah pula syarat modal yang perlu disetorkan trader ke akun tradingnya di broker forex. Contohnya untuk trading di akun standar (1 lot = USD100,000), kita tak sungguh-sungguh harus menyetorkan uang 100,000 Dolar AS. Apabila broker menyediakan opsi leverage 1:100, maka kita hanya perlu menyetorkan USD1,000 saja untuk trading 1 lot.

Selain itu, leverage memperbesar daya beli modal yang disediakan trader. Umpamanya kita menyetorkan deposit 200 Dolar AS. Jika kita memilih leverage 1:100, maka setelahnya kita akan mampu bertrading seolah punya dana 20,000 Dolar AS. Sedangkan bila kita memilih leverage 1:200, maka kita akan mampu trading seolah punya dana 40,000 Dolar AS. Atau jika memilih leverage 1:1000, maka bisa trading seakan punya dana 200,000 Dolar AS.

Meski demikian, leverage memiliki satu risiko tersembunyi. Karena fungsinya memperbesar dana secara sementara saja (tambahan dana tidak bisa ditarik tunai, melainkan hanya bisa digunakan trading), maka jika kurang waspada, kita bisa jadi terpaksa menanggung kerugian lebih besar dibanding perkiraan. Semakin besar leverage, makin besar pula kemungkinan risiko ini berakibat fatal bagi kita. Bayangkan saja, umpama kita deposit 200 Dolar dengan leverage 1:1000, lalu mengalami kerugian senilai 150,000 Dolar. Sepintas, dana dalam akun masih tersisa 50,000 Dolar AS, tetapi sejatinya dana hanya tersisa 50 Dolar.

Berdasarkan pemahaman mengenai leverage ini, kita bisa menyimpulkan dua hal:
1. Leverage memperkecil syarat modal minimal yang harus kita setorkan pada broker.
2. Leverage memperbesar daya beli dari modal yang telah kita setorkan.
3. Leverage terlalu tinggi bisa berbahaya secara psikologis.


Tips Memilih Leverage
Berdasarkan pemahaman mengenai fungsi leverage di atas, berikut ini sejumlah tips memilih leverage:

1. Hindari leverage yang terlalu besar. Sebagai patokan, pilih leverage hanya di kisaran kurang dari 1:1000.

2. Pertimbangkan berapa besar modal yang siap disetorkan. Jika modal di bawah 10,000 Dolar, maka sebaiknya pilih leverage tiga digit, misalnya 1:100, 1:200, dan seterusnya. Jika modal di atas 10,000 Dolar, maka bisa memilih leverage dua digit, seperti 1:20, 1:50, dan seterusnya.

3. Pertimbangkan seberapa sering trading akan dilakukan. Jika akan trading setiap hari, dan sekali waktu bisa membuka lebih dari 10 posisi trading, maka sebaiknya pilih leverage tiga digit, misalnya 1:100, 1:200, dan seterusnya. Namun, jika dalam sekali waktu hanya ingin buka 1-2 posisi trading saja, maka boleh memilih leverage dua digit.

  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sunday, 10 March 2019

Apa Perbezaan Trading Binary Options Dan Forex?

Binary Options dan Forex sama-sama ditradingkan secara online dan menggunakan mata uang sebagai objek analisa. Namun demikian, banyak perbedaan yang bisa ditemui dari kedua hal ini. Apa sajakah itu?


Meski binary options (BO) kini mulai populer di pasaran, menyusul trading spot forex yang telah lama eksis, masih banyak pihak belum paham bedanya trading binary options dan forex. Sama-sama ditradingkan secara online, menggunakan instrumen yang sama pula, lalu dimana perbedaannya?

perbedaan forex dan binary options
Sebelum membahas tentang aspek-aspek mana saja yang menandai beda binary options dan forex, perlu diketahui bahwa binary options tidak benar-benar memperdagangkan mata uang, tidak seperti halnya pada trading forex. Tak ada profit maupun loss yang berfluktuasi sesuai dengan naik turunnya nilai mata uang. Di binary options, baik tingkat profit, loss, maupun waktu close position, sudah ditentukan sebelum membuka posisi.

Lalu, apa yang diperdagangkan di binary options? Di sini, Anda hanya memperkirakan arah pergerakan harga suatu pair dalam periode tertentu. Ambil contoh dari kalimat berikut ini:
"Buka option "call" jika Anda memperkirakan EUR/USD akan naik dalam waktu 1 jam".
Keterangan tersebut sering muncul di platform trading binary options. Dari situ jelas terlihat bahwa fokus terletak pada arah pergerakan EUR/USD, apakah akan naik atau turun. Kemana dan kapan harga akan bergerak adalah aspek utama. Tidak ada perhitungan tambahan seperti lot trading, jenis order, apalagi tingkat stop loss seperti halnya di forex.

Contoh di atas hanyalah gambaran umum tentang perbedaan binary options dan forex. Poin-poin berikut ini akan memberikan penjelasan lebih rinci tentang beda kedua cara trading tersebut:

Ukuran Trading

Di binary options, besar ukuran trading ditentukan oleh nilai kapital (dalam satuan Dolar). Dari seluruh balance akun trading, Anda bisa mengambil 5%, 10%, atau bahkan 20% untuk dijadikan sebagai kapital. Namun ingat, besaran kapital ini juga menentukan jumlah risiko per posisi. Begitu option ditutup loss, maka seluruh kapital yang Anda tempatkan akan ludes. Contoh: Anda deposit sebanyak $100, dan mengambil 10% dari jumlah tersebut sebagai kapital per option. Jadi, jumlah kapital sekaligus resiko loss per posisi adalah sebanyak $10.

Di forex, ukuran trading ditentukan oleh nilai lot. Lot ini bervariasi, mulai dari lot standard, mini, micro, hingga nano. Satu lot standard bernilai $100,000, sedangkan 1 lot mini sama dengan $10,000. Semakin kecil satuan lotnya, semakin kecil pula ukuran trading Anda. Mustahil untuk mengetahui dengan pasti berapa loss atau profit yang akan diperoleh, karena tingkat kentungan atau kerugian berfluktuasi sesuai dengan pergerakan harga. Hitungan resiko di sini tidak bersifat final, namun hanya sekedar resiko per pip. Jika entry dengan lot standard, maka resiko trading Anda tidak mutlak bernilai $100,000 namun tergantung dari seberapa besar pergerakan harga.

Jenis Order

Tidak ada buy atau sell di BO, karena Anda memang tidak membeli atau menjual aset yang ditradingkan. Order di BO secara umum melibatkan call/put, atau bisa juga disebut high/low. Misalkan Anda mengambil opsi "put", asalkan harga turun lebih rendah dari posisinya semula dalam waktu yang telah ditentukan, walaupun hanya 1 pips, Anda akan berakhir in-the-money (profit). Selain tipe high/low, ada pula jenis order lain touch/no touch dan in/out.
bedanya order binary options dan forex
Pada trading forex, ada eksekusi order langsung buy/sell, serta pending order, biasanya berupa limit dan stop order. Inti dari semua jenis order di atas sebenarnya sama, yaitu untuk membeli atau menjual instrumen mata uang berdasarkan prediksi naik turunnya nilai mata uang tersebut. Sehingga, semakin besar peningkatan atau penurunannya, semakin berpengaruh pula terhadap jumlah profit dan loss Anda. Hal ini tak pelak menuntut trader forex untuk mengambil langkah-langkah khusus agar dapat memaksimalkan profit ketika harga sedang trending.

Profit dan Loss

Besar profit dan loss yang akan Anda terima sudah bisa diperkirakan dengan pasti di Binary Options. Hal ini dimungkinkan oleh sistem penempatan kapital sebagai jumlah investasi untuk setiap option. Sebagai contoh, Anda membuka option "call" dengan kapital USD100. Itu artinya, jika option gagal maka Anda akan kehilangan seluruh kapital tersebut. Namun bagaimana jika option tersebut berhasil? Kapital USD100 tersebut akan ditambahkan dengan jumlah profit sesuai rate payout.
Payout adalah persentase profit yang Anda tentukan sebelum membuka option. Oleh karena itu, misalkan Anda sebelum menempatkan opsi "call" tersebut memilih payout 80%, maka jumlah pengembalian adalah sebesar $180. Ukuran profit dan loss di BO adalah tetap, tidak peduli sejauh apapun harga bergerak.

Di sisi lain, jumlah profit ataupun loss tidak bisa diperhitungkan secara pasti di forex. Selama order masih terbuka, perolehan trading Anda bisa terus bertambah atau berkurang mengikuti tingkat pergerakan harga. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menempatkan stop loss untuk membatasi kerugian, atau take profit untuk mengunci keuntungan.

Biaya Trading

Trading BO tidak mengenakan Sebarang Bayaran trading apapun. Tidak ada spread ataupun komisi di tiap posisi yang Anda buka. Perhitungan untung rugi sudah dikalkulasikan berdasarkan jumlah kapital dan rate payout yang Anda pilih sendiri.

Sementara itu, broker forex mengenakan charge berupa spread atau komisi yang langsung otomatis dibebankan terhadap posisi trading Anda. Besaran spread ini bisa bermacam-macam tergantung broker dan pair yang digunakan. Di saat ada peningkatan volatilitas, spread juga bisa melebar di atas normal.

Close Posisi

Binary Options hanya mengadopsi satu mode close posisi, yaitu expiry time. Fitur ini dapat menutup secara otomatis option binary sesuai dengan ukuran waktu yang Anda tentukan sendiri. Misalnya, Anda membuka option "call" EUR/USD dengan expiry time 1 jam, maka option tersebut hanya akan berlangsung selama 1 jam. Ketika expiry habis, maka option "call" tersebut akan tertutup secara otomatis. Expiry ini bisa jadi sangat penting, karena bila saat ditutup harga tidak berada di level yang lebih tinggi dari posisinya semula, option tersebut berarti out-of-the-money (gagal atau loss). Pemilihan expiry time ini bisa disesuaikan dengan jangka waktu trading Anda.
Di forex, pilihan close posisi ada 3 macam: secara manual, terkena stop loss/take profit, dan terkena margin call. Pilihan ketiga adalah mimpi buruk setiap trader karena menandakan jumlah equity sudah tergerus habis oleh floating harga. Oleh dari itu, setiap trader akan berusaha untuk menutup posisi dengan 2 cara lainnya sebelum terkena margin call. Tidak seperti BO yang perkiraan expirynya ditentukan sebelum membuka option, close secara manual dilakukan ketika posisi order sedang berjalan. Stop loss atau take profit bisa direncanakan sebelum open posisi, namun Anda juga masih bisa mengubah levelnya ketika posisi masih berjalan.

Platform Trading

Hampir semua platform trading binary options disediakan dalam format Webtrader. Artinya, Anda tidak perlu mendownload aplikasi apapun untuk bisa menempatkan option. Dengan demikian, proses trading BO bisa berlangsung lebih mudah, hanya tinggal membuka web broker dan mengoperasikan trading dari sana. Namun demikian, macam platform trading di binary bisa sangat beragam dengan kelengkapan fitur yang berbeda-beda. Untuk bisa mengetahui lebih lanjut tentang platform binary Anda bisa menelusuri dulu tentang providernya. Setiap provider platform memiliki konsep tampilan dan fiturnya masing-masing, sehingga meski digunakan di broker yang berbeda-beda, Anda akan lebih mudah mengenali dan beradaptasi dengan platform tersebut.

MT4 masih menjadi pilihan utama di trading forex. Platform download-an ini disediakan di hampir semua broker forex, dan secara umum banyak sekali diandalkan trader. Tidak hanya MT4, broker-broker forex juga kini sudah banyak menyediakan model platform Webtrading. Dalam hal ini, trading forex boleh jadi lebih unggul dari binary options. Indikator teknikal yang tersedia di platform trading forex pun biasanya lebih beraneka ragam.

Kesimpulan

Secara umum, berikut adalah gambaran singkat dari perbedaan forex dan binary options:

bedanya forex dan binary options
Dapat disimpulkan bahwa baik forex maupun binary options sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Trading binary options memiliki keunggulan dimana Anda bisa mengetahui lebih dulu semua tentang protensi jumlah profit, loss, dan berapa lama option akan berjalan. Sementara itu, trading forex biasa memberikan pilihan untuk bisa memanfaatkan fluktuasi pergerakan harga dan menggunakan platform teruji MT4.

Walaupun memiliki beberapa perbedaan, binary options dan forex juga memiliki persamaan. Baik penempatan option di binary options maupun pembukaan order di forex sama-sama memerlukan analisa trading untuk memperbesar kesempatan untung. Selain itu, Anda juga perlu menerapkan manajemen resiko untuk mengatasi kerugian di binary options maupun forex. Bagaimanapun juga, trading adalah suatu kegiatan yang bisa memberikan peluang profit tinggi namun juga sangat berisiko bila tidak dijalankan dengan penuh kehati-hatian.

  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Monday, 21 January 2019

Trade Forex Melalui Broker Terbesar

Image result for big forex broker

Anda Nak Puas Hati Nak Trade Forex Melalui Broker Terbesar Anda Bolehlah Melayari :
  1. SAXO BANK
  2. IG
  3. DUKASCOPY
  4. SWISSMARKET
  5. HYCM 
Saya Sendiri Mengunakan Broker Ini, Saya Berani Megatakan Broker Ini Terbaik! Minimum Membuka Akaun Di Broker  Ini Bermula Pada 10K$$, Gerenti Puas Hati Punya..

  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Wednesday, 19 December 2018

2 Kesilapan Newbie Selalu Buat - Lawrenc Biz

2 KESILAPAN NEWBIE SELALU DIBUAT


GAGAL MENGAWAL EMOSI TRADING 

Rata-Rata Trader Permula Selalunya Gagal Dalam Mengawal Emosi Semasa Melakukan Trading
Asal Nampak Market Mesti Nak Entry.

GAGAL MENGAWAL KEWANGAN (MONEY MANAGMENT)

Dalam Forex Benda Kedua Terpenting Dalam Forex Adalah Pengurusan Kewangan Anda,
Ramai Yang Tidak Tahu Sebenarnya Orang Yang Telah Berjaya Dalam Forex Hanya Mengunakan
5% dari Modal Mereka Untuk Trade Di Forex..




  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

5 TANGGAPAN SALAH TENTANG FOREX TRADING - Lawrenc Biz

 5 Tanggapan Salah Tentang Forex Trading Yang  Anda Perlu Elak Jika Anda Ingin Berjaya Dalam  Forex


1. Trade Forex Boleh Untung 1000% Sehari
Ramai yang war-warkan jika anda ada sedikit duit pun, anda sudah boleh trade forex dan terus untung berganda-ganda dari nilai tersebut. Ini bukan trading namanya, jika begini, ini dipanggil ‘gamble’. Anda judikan duit anda.
Forex adalah satu perniagaan ‘high risk, high return’, di mana bagi orang yang selalu gagal dalam forex meletakkan harapan sehari boleh untung 1000%. Saya tidak cakap tidak boleh, tapi rata-rata adalah selalu gagal jika tanam cita-cita tidak realistik ini. Jika anda mempunyai impian yang serupa, sila tinggalkan forex. Forex tidak layak untuk anda. Forex juga adalah salah satu cabang perniagaan yang memberikan keuntungan realistik sekitar 20%-30% Sebulan. Rata-rata trader forex yang mengimpikan pendapatan begini atas modal yang di dagangkan datang dari golongan yang konsisten dan berjaya.
2. Forex Adalah Semudah ‘Buy and Sell’
Saya rasa tak salah jika anda anggap sesuatu itu adalah mudah, tetapi apa sahaja perniagaan perlukan ilmu. Anda perlu betul-betul tahu kenapa anda beli dan jual sesuatu pasangan matawang. Ia tidak boleh ikut sedap rasa sahaja. Kerana kenaikkan matawang tersebut tidak mengikut rasa kita. Jika boleh trade dengan main rasa-rasa sahaja, anda boleh semak majalah Forbes tahun hadapan, penuh dengan muka-muka trader forex, dan pastinya muka saya di cover page. (chuckle).
3. Trader Forex Adalah Seorang Kaya Dengan Sebuah Kereta Ferarri
Ramai yang matikan niat untuk belajar trade forex selepas berjumpa rakannya yang juga trader forex, atau seseorang yang juga trader forex. Pakai kereta kecil, hidup terumbang ambing, bab duit ni memang anda lebih hebat darinya dan terfikir, kenapa aku ingin trade forex kalau dia yang aku dengar jadi trader dah 2 tahun tapi masih susah. Di sini saya nak pesan satu perkara. Anda salah anggap. Ya, anda memang jumpa trader forex, tapi yang belum berjaya. Kenapa anda perlu samakan pencapaiannya dalam bidang forex trading dengan pencapaian yang anda bakal kecapi ?
Tambah-tambah jika anda mendengar mereka mengeluh. Forex rugi, itu dan ini. Jangan dengar dari yang rugi, pergi cari trader yang untung. Maksudnya full time trader. Tapi perlu tahu yang betul-betul lah, jangan dengar dari yang cakap besar pula.
Mungkin beliau bukan betul-betul trader forex yang trade guna ilmu. Mungkin beliau memang trader forex, tapi tengah struggle keluar dari hutang yang lepas. Hutang-hutang kredit kad beliau pun hampir habis di bayar guna keuntungan forex. Atau mungkin anda jumpa orang yang salah. Mungkin beliau ada masalah keluarga yang lain, dan pastinya judge sesebuah profession tersebut dari pandangan kasar. Pergi jumpa yang dah berjaya. Tak semua trader forex sama. Sama macam pekerja bank. Tak semua yang bekerja di bank itu senang. Ada yang susah, ada yang ada masalah keluarga, ada yang masih hutang dengan ahlong. Adakah anda akan kata, bank tersebut tak mampu bayar gaji mereka, ataupun bank tersebut tak buat keuntungan? Ridiculous!
Pencapaian sesuatu bidang bergantung kepada diri sendiri.
4. Forex Adalah Sebuah Skim Cepat Kaya
Forex bukan skim cepat kaya. Tapi ada yang kaya cepat dengan forex. Bagaimana? Dengan ilmu. Ilmu dan kepandaian mempercepatkan perjalanan sesuatu bidang. Jika anda rasa malas mengkaji, malas untuk segalanya, bidang forex ini tak sesuai untuk anda. Ia sama seperti saham. Jual beli. Ada naik dan turun. Tapi jika anda nak cepat kaya, perlulah di kira Return on Investment dalam business, betul tak ? Dan ia perlulah realistik dengan modal kita. Jangan harap jika anda masukkan USD100 dan berharap anda akan mendapat pulangan RM20 ribu 30 ribu sebulan. Tapi tak salah jika anda rasa USD100 itu untuk belajar rasa feel trading dengan real money.
5. Forex Adalah Sebuah Perniagaan Yang Rugi.
Forex dan rugi, rugi dan forex seolah-olah sinonim. Kerana? Gambler yang malas menuntut ilmu dan mengaku sebagai trader. Sebaliknya beliau ‘gamble’ dengan modal, setelah rugi di persalahkan model business ini. Tak berapa adil saya rasa. Sama seperti perniagaan goreng pisang. Jika anda tiada ilmu goreng pisang yang sedap, anda habiskan modal anda, beli kiosk, periuk, kuali, minyak, pisang, tepung dan tanpa tahu tempat strategik untuk berniaga, anda pun mula pergi berniaga goreng pisang. Itu ‘gamble’ namanya. Sah-sah jika tak kena gaya anda akan rugi. Sama juga macam forex. Ilmu itu penting. Dan bukan ilmu-ilmu ikutan. Ambil masa, belajar, biasakan diri trading di demo akaun. Dah biasa buka real akaun, deposit sedikit dahulu. You will find the right tune and start to pursuit to finishing line..
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

NEW FUNDAMENTAL FOREX - Lawrenc Biz

BERITA FUNDAMENTAL FOREX 
              BERPEGARUH DALAM FOREX TRADING



  1. Average Earning Index (AEI atau biasa disebut Average Earning saja): Berita ekonomi ini  biasanya dikeluarkan oleh Inggris dan Kanada. AEI memberikan informasi pendapatan para pekerja dan hubungannya dengan tingkat inflasi melalui indikator fundamental lainnya yang disebut RPI (Retail Prices Index). Bila AEI mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan RPI   maka ini adalah indikasi bahwa upah mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan  kenaikan harga barang. Hal ini baik bagi perekonomian sebuah negara namun nampak  negatifnya adalah naiknya tingkat inflasi. Pada forex trading apabila inflasi mengalami  kenaikan maka mata wang cenderung akan menguat dikarenakan ekspektasi meningkatnya    suku bung. Dengan demikian dapat disimpulkan bila AEI mengalami kenaikan maka mata  wang akan naik juga. AEI tergolong high volatility expected indicator.

 2. Chicago PMI: Ini adalah indikator fundamental khusus yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat. Chicago PMI (atau PMI saja) memberikan informasi naik atau turunnya tingkat pengeluaran para purchasing manager di kota Chicago yang banyak diantaranya merupakan  industri manufaktur. Naiknya indikator ini merupakan indikasi menguatnya mata uang USD.  PMI tergolong high volatility expected indicator. Oh ya, PMI itu singkatan dari Purchasing  Manager’s Index .

 3. Consumer Price Index (CPI): Inggris dan Amerika Serikat merupakan negara yang paling  sering mengalami naik turunnya mata wang dikarenakan berita CPI ini. CPI merupakan  indiakator penentu tingkat inflasi di titik konsumen. CPI sendiri membantu menentukan  berapa besarnya kepercayaan konsumen dalam satu bulan dalam melakukan pembelian.  Apabila CPI naik maka mata wang negara yang bersangkutan juga akan ikut naik. CPI  tergolong indikator medium volatility expected namun apabila perhitungan CPI dilakukan  diluar sektor makanan dan energi maka CPI dapat menjadi high volatility expected  fundamental indicator karena kedua sektor tersebut merupakan sektor yang paling sering  berubah dari waktu ke waktu. CPI biasa dikeluarkan seKitar tanggal 13 setiap bulannya pada  pukul 20.30 WIB (13.30 GMT)

 4. Gross Domestic Product (GDP): Hampir semua orang tahu apa itu GDP. Bahasa  Indonesianya Produk Domestik Bruto. GDP merupakan salah satu indikator fundamental  penting dalam keseharian forex Kita. Bila GDP mengalami kenaikan maka secara sederhana  mata uang akan menguat dikarenakan produksi sebuah negara juga meningkat. 

 5. Money Supply: Indikator ini mengukur tiga hal yaitu jumlah wang yang beredar di  masyarakat dalam bentuk koin atau kertas, besarnya pinjaman bank kepada masyarakat dan  jumlah perubahan nilai hutang yang belum dilunasi oleh pemerintah. Naiknya Money Supply  biasanya akan menyebabkan mata wang menguat.

 6. Non Farm Payrolls: Ini salah satu berita yang paling ditunggu-tunggu oleh kebanyakan  trader fundamental. Non Farm Payroll (dikeluarkan oleh US) muncul sebulan sekali pada hari  Jumat minggu pertama. Non Farm Payrolls mengukur besarnya pengeluaran pemerintah  dalam pembayaran gaji diluar sektor pertanian dibandingkan bulan sebelumnya.  Meningkatnya Non Farm Payrolls dapat mengakibatkan mata wang menguat dengan drastis  dalam hitungan puluhan hingga beberapa ratus point. Jadi NFP dapat digolongkan indikator  very high volatility expected.

 7. Producers Price Index (PPI): PPI merupakan indikator pengukur tingkat inflasi sama  seperti CPI. Bedanya jika CPI berada di sisi konsumen maka PPI mengukur inflasi dari  tingkat produsen. Kenaikan harga bahan baku, biaya transportasi dan berbagai komponen  produksi menjadi bagian dari perhitungan PPI. Jika PPI mengalami kenaikan maka mata  wang akan menguat. PPI biasa dikeluarkan seKitar tanggal 11 setiap bulan pukul 20.30 WIB  (13.30 GMT). PPI tergolong high voltility expected indicator.

 8. Retail Sales: Retail Sales mencatat total penjualan barang di sektor tetapi tidak termasuk  jasa karena pengukuran jasa tergolong sulit. Retail Sales merupakan salah satu indikator  yang baik untuk mengukur tingkat pengeluaran konsumen. Biasanya bil AEI (Averaga  Earning Index) mengalami kenaikan maka Retail Sales juga akan meningkat karena naiknya  upah pasti diikuti meningkatnya konsumsi. Bila Retail Sales naik maka mata wang juga akan  naik nilainya. Retail Sales dikeluarkan seKitar tanggal 12 setiap bulannya pada pukul 20.30  WIB (13.30 GMT).

 9. Trade Balance: Trade Balance adalah selisih antara nilai ekspot dikurangi nilai impot  sebuah negara. Nilai minus menunjukkan impot lebih besar dibanding ekspotnya dan  sebaliknya jika positif itu menunjukkan espor
 lebih besar dibandingkan impot. Kebanyakan negara yang sedang melakukan ekspansi  perdagangan atau negara berkembang memiliki Trade Balance yang negatif. Namun  demikian dalam pasar wang, semakin positif nilai Trade Balance maka semakin menguat nilai  mata wang negara tersebut.


 10. ISM Manufacturing Index (ISM-MI): Insititute of Supply Management Manufacturing Index  merupakan indikator terbesar untuk indikator fundamental yang mengukur indeks  manufaktur. Dikeluarkan pada hari pertama jam kerja setiap bulannya, ISM-MI merupakan  hasil surver lebih dari 20 industri manufaktur dan melibatkan 300 purchasing manager di  Amerika. Cara pembacaannya kurang lebih sama, bila ISM-MI mengalami kenaikan tentu saja  mata wang negara yang bersangkutan akan menguat.


 11. Consumer Confidence Index (CCI): merupakan indikator yang mengukur tingkat  kepercayaan pada 5000 konsumen yang di survey dan pAndangan mereka terhadap prospek  ekonomi kedepan. CCI dikeluarkan setiap hari Selasa pada akhir bulan pukul 22.00 WIB  (15.00 GMT). Bila CCI mengalami kenaikan itu artinya kepercayaan konsumen meningkat  terhadap perkembangan ekonomi dan mengakibatkan mata uang dapat meningkat. CCI  tergolong Moderate Volatility Expected indicator.


 12. Interest Rate Statement: Setiap bulannya Bank Sentral tiap-tiap negara selalu  mengumumkan kebijakan suku bunga bank sentral sebagai patokan bagi bank-bank lainnya  di negara tersebut. Keputusannya apakah naik, turun atau tetap. Suku bunga tersebut pada  akhirnya akan menentukan besarnya suku bunga deposit, kredit, tabungan dan berbagai  kebijakan pinjam-meminjam lainnya pada dunia perbankan di negara itu. Dapat dikatakan  kebijakan suku bunga merupakan salah satu aksi final Bank Sentral terhadap berbagai  kondisi ekonomi yang terjadi di negaranya.


 SEBAGAI PANDUAN DAN RUJUKAN SAHAJA ( ^ _ ^ ).
 SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA.
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg